Desainer Muda Aceh #Part II

Magvirah

BANDA ACEH – Maghvirah Zuhra, mahasiswi kreatif dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, memiliki bakat dan cukup terampil dalam mendesain busana-busana muslim remaja, anak-anak, dan dewasa.

Sejak dibangku Sekolah Dasar Negeri 1 Lhokseumawe, Maghvirah Zuhra sering mengikuti lomba menggambar tingkat Sekolah Dasar. Hasil gambarnya memiliki imajinasi tinggi dan bernilai estetika (keindahan) yang mampu memikat hati siswa/i kelasnya yang lemah dalam menggambar, mereka rela membeli gambar karya Maghvirah Zuhra dan mencontohnya  sebagai tugas menggambar. “Bapak selalu mengajariku untuk bisa mandiri, meskipun kita mampu, aku harus bisa hidup mandiri juga, bisa lah menambah uang jajan buat sekolah, jadi kalau ada hasil karyaku yang menarik perhatian orang, kalau bisa itu nilai sebagaimana usahaku saat  menciptakan karya, karena itu kan sudah menjadi hak cipta aku sendiri, jadi orang juga tidak bisa menggunakan hak ciptaku sesuka hatinya saja,” Ujar Maghvirah Zuhra, putri pertama Zainal Abidin dan Arbainun Sibarani.

Maghvirah Zuhra mendapat dukungan penuh dari kedua orangtua yang membangkitkan semangatnya sebagai peserta setiap lomba yang dia ikuti. Ketika usianya lima tahun saat di Taman Kanak-kanak Siswa Arun, Maghvirah Zuhra mendapatkan prestasi juara III lomba busana muslim anak,dan  juara harapan I kaligrafi. Sebelum masuk SD Negeri  1 Lhokseumawe, Maghvirah Zuhra adalah siswi dari SD  2 Yapena Arun, di SD 2 Yapena Arun Maghvirah Zuhra menjadi peserta model busana muslim anak dan meraih tropi (piala) juara harapan I. Dia juga terpilih sebagai peserta dalam event menggambar karya tsunami yang dibuat oleh UNICEF pasca tsunami tahun 2005.

“Meskipun gagal menjadi 3 besar, aku menerima ikhlas kegagalan, dan terus mengasah bakat. Kelas enam SD, aku iseng mengikuti lomba menghias kerajinan 3 dimensi, dan terpilih sebagai juara I tingkat kota Lhokseumawe,” kata Putri pertama dari tiga bersaudara ini. Pecinta desain busana ini mengaku, ketertarikannya terhadap acara-acara televisi yang menampilkan hasil karya dari desaigner lokal dan luar negeri. Dorongan guru Sekolah dan dukungan dari sang Ibu menjadikan suplemen bagi kepercayaan diri Maghvirah Zuhra. Bakat mendesain yang dimilikinya semakin dikembangkan saat duduk dibangku SMP Negeri 1 Lhokseumawe, Maghvirah semakin giat dalam melatih kelenturan gerakan tangannya untuk meghasilkan desain busana yang natural dan hidup. Desain busana hasil kreatifitas Maghvirah Zuhra menjadi pusat perhatian siswa/i SMP Negeri 1 Lhokseumawe sebagai model busana acara perpisahan Sekolah, Maghvirah Zuhra dipilih sebagai desaigner busana perpisahan kelasnya sendiri dan beberapa siswa/i kelas yang terpikat goresan pena hasil desain Maghvirah Zuhra.

Maghvirah, kembali mengasah kemampuannya pada SMK Negeri 2 Lhokseumawe. Ketertarikannya dalam mengembangkan bakatnya menjadi desaigner, ia juga berusaha untuk menjahit sendiri desain busana karyanya. Tidak pernah surut semangatnya untuk menjadi pemenang, Maghvirah Zuhra mengukir prestasi pada ajang lomba busana batik Aceh, “Disini aku ciptain model busana dengan kombinasi batik sesama batik, Alhamdulillah dapat juara harapan I dari 47 peserta tingkat kota Lhokseumawe, ide ini juga aku dapat dari mama, mama juga terus mendukung aku apa pun hasilnya,” tutur Maghvirah Zuhra.

Sederet prestasi yang didapatkan Maghvirah Zuhra mampu menghantarkannya sebagai mahasiswi undangan ke gerbang Unsyiah. Awal perkuliahan Maghvirah Zuhra mengikuti ajang lomba kreasi hijab casual dari Sophie Paris, terpilih sebagai juara I, “Alhamdulillah, dapat juara I, awalnya Cuma iseng-iseng aja, tapi ga nyangka dapat juara, dari kemenangan ini, sekarang aku bisa jadi guru dalam demo hijab Ibu-ibu yang bergabung di majalah Sophie Paris, honornya bisa buat nambah uang jajan kuliah lah, hehhee” ujar Maghvirah Zuhra kelahiran Kota Lhokseumawe, 20 Juli 1994 . Imanjinasinya terus mengalir hingga Maghvirah Zuhra sukses pada event besar Fashion Show yang diadakan DISBUDPAR (Dinas Budaya dan Pariwisata) Banda Aceh, dia terpilih sebagai juara harapan I desaigner muda Kota Banda Aceh. Desain busana muslimnya yang terinspirasi dari hiasan dinding Aceh Tengah yang melambangkan keberanian dan kesucian. Keanggungan pesona dara aceh ini, membuatnya terpilih sebagai juara.

Maghvirah dipilih menjadi peserta melukis adat Aceh tingkat kota Lhokseumawe, dalam kesempatan ini ia belum diberikan kesempatan sebagai sang juara. Maghvirah Zuhra menambahkan, “ Dulu ada ikut lomba inai di Kp3 Pelabuhan Kota Lhokseumawe, dapat juara II, terus dilomba Fashion Show bertema glamour, busana fantasi yang menggunakan sayap, event ini digelar oleh Yamaha Motor Lhokseumawe, Alhamdulillah aku menang sebagai juara I,”. “Harapan yang pingin kali dicapai, aku mau punya butik sendiri, hasil desainku sendiri, jahitanku sendiri, produk yang aku ciptaan hasil keringatku sendiri lah,” kata Maghvirah Zuhra, Mahasiswi PKK FKIP unsyiah.

894 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =