Desi dan Tami Cakes

desiBANDA ACEH – Pekerjaan yang paling mengesankan adalah hobi yang dibayar. Memiliki segudang ilmu membuat jiwa seseorang terpanggil untuk menerapkan aksi nyata dalam berkompeten. Hal ini telah dirasakan oleh Desi Riska Amelia, ia adalah mahasiswa PKK FKIP Unsyiah angkatan 2012. Desi, begitu sapaan akrabnya, ia gigih menjalankan usaha pribadi meski masih berlabel ‘Home Industri’.

“Desi buka usaha ini sudah lama, sejak semester II kuliah di PKK FKIP Unsyiah. Usaha ini Desi kasih nama “Tami cakes”, untuk tempat sampai sekarang Desi belum ada tempat atau toko usaha, masih usaha berjalan Home Industri,” ungkap perempuan kelahiran, Jombang, 09 Desember 1994 tersebut.

Perempuan berdarah Jawa ini mengaku, ia membangun usaha ini atas penerapan ilmu yang ia dapatkan ketika masuk Perguruan Tinggi Negeri Unsyiah dengan konsentrasi tata boga yang dipilih Desi, membuatnya memiliki banyak ilmu yang dapat ia pelajari serta diaplikasikan dalam hal masak memasak, khususnya dalam pembuatan dan penataan kue.

“Usaha ini awalnya aku bangun karena waktu kuliah di jurusan tata boga kan, aku banyak dapat ilmu, terus karena ada skill dan terampil dalam membuat kue dan tata makanan, disitu aku mulai suka untuk berwirausaha,” ujarnya

Usaha ini Desi jalankan sendiri tanpa adanya partner yang membantunya, kecuali bila ia menerima pesanan kue kotak dengan jumlah yang besar. “Desi jalanin usaha ini sendiri dengan modal sendiri, tapi kalau ada pesanan banyak, Desi biasanya ajak dua orang kawan untuk bantuin buat kuenya,”

Cake yang ia jual diantaranya, bolu ubi, kue mangkok sukade, dan ongol-ongol. Penjualan kue dimulai dari harga Rp.1000 – 2.000/potong. Bermodal gadget, Desi mempromosikan usahanya melalui sosial media BBM dan Line, “Aku promosinya ya Cuma lewat BBM, Line, terus dari mulut ke mulut, pemesan juga kebanyakan kalangan mahasiswa, biasanya mahasiswa yang mau seminar, sidang, terus acara lainnya,” jelas Desi, anak dari pasangan Mad Ali dan Wati.

Pemicu semangat Desi dimulai dari ia mendapat juara I pada ajang perlombaan “Cooking Competition Se-FKIP UNSYIAH” yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Fisika Unsyiah. Dalam lomba ini Desi menyajikan resepnya yang diberi nama Kentang Malu, dari hasil usahanya ini Desi semakin semangat dan percaya diri dalam soal memasak.

Tidak kehabisan akal, Desi bersama teman sekampusnya Dwi Magfiratunnisak ikut beraksi pada rangkaian lomba memasak yang diadakan oleh Almudarris Education Fair 2013, mereka menyabet juara III dengan sajian cake coklat kentang. Tetap bersyukur apa pun yang menjadi keputusan dewan juri, Desi tidak merasa rendah hati, walau hanya mendapati juara III, ia bersyukur karena hal ini dapat menjadi referensinya dalam mengasah bakat keterampilan yang telah dimilikinya.

“Yang terpentingkan sudah berani tampil, walau bukan juara I yang penting aku sama Dwi sudah berani menunjukkan aksi kami sebagai mahasiswa tata boga, dan aku bangga bisa menampilkan bagaimanapun bakat yang sudah aku miliki, meskipun kecil harus berani tampi, karena hal itu yang membuat kita tahu sejauh mana kemampuan kita, dan masyarakat juga bisa melihat meskipun kemampuan kami masih kecil ya artinya aku sama Dwi harus banyak belajar lagi,” jelas Desi saat ditemui dikediamannya, beralamat di Jl. Cempaka, desa Limpok.

Tidak pernah pudar semangat Desi dalam mengikuti ajang kompetensi yang dapat mengasah skillnya menjadi lebih tajam, ia pun maju kembali dalam lomba memasak Healthy Cooking present by Biodiversitas 2015. Dalam lomba ini Desi berhasil meraih juara I oleh Himpunan Mahasiswa Biologi FKIP Unsyiah. Tidak berhenti di situ saja, Desi bersama temannya Irmanidar kembali mengembangkan kreatfitasnya dalam ajang bergengsi Unsyiah Fair10 2015, lomba kali ini yang bertemakan ‘Mie Aceh’ Desi dan Irmanidar mengenalkan resep ala mereka yang menjadi sajian pemungkasnya, berbuah keuntungan baik, Desi dan Irmanidar kembali mendapatkan gelar sebagai juara I dalam lomba Memasak Unsyiah Fair10 2015 tersebut.

“Makin semangat setelah dapat juara I, terus apa pun hasilnya ini akan menjadi pengalaman penting buat aku dan Irma untuk bisa lebih baik kedepan nanti,” ungkap anak kedua dari lima bersaudara ini.

Dia menambahkan, “Aku berharap sekali bahwa kedepan aku bisa punya usaha sendiri, pingin kali dapat buka usaha cake sendiri, aku berharap semoga dukungan dari orangtua menjadi doa tercapainya keinginan aku nanti,” tutupnya.

Narasumber : Desi Riska Amelia.

380 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − 6 =