Dwi Maghvirah Koki brownies Cake Usaha Make Up

1470990809602BANDA ACEH – Dunia make up tidaklah asing bagi kaum Hawa, setiap wanita tentu sangat populer dengan make up berbagai kreasi, mulai make up casual, tipis, dan make up menor. Dwi Maghvirah telah ‘terjangkit’ kesenangan terhadap make up, kegemarannya bermake upkini telah ia inovasikan sebagai gudang omzet biaya tambahan hidup perkuliahan, dan baru-baru ini Dwi membuka orderan cake ulangtahun khususnya Brownies.

Koki brownies cake ini telah membuka usaha make up sejak 2012, dan diteruskan membuka usaha brownies cake ulangtahun pada 2014 lalu, beralamat di Gampong Prada Utama, Lr. Putri Merendam diri.

Dwi Maghvirah sudah belajar mencari pemasukan sendiri sejak ia duduk dibangku Mtsn Puntet, Aceh utara. Ketika kedua orangtuanya merantau ke Negeri Jiran Malaysia, Dwi tinggal bersama sang nenek yang membuka pengajian dirumah sendiri, setiap sore biasanya Dwi membantu mengajarkan anak-anak untuk belajar mengaji, dari hasil mengajar bacaan Al-Qur’an tersebut, Dwi diberikan fee secukupnya oleh Ibu dari orangtua Dwi.

Keterbatasan ekonomi ini tidak memberatkan orangtua Dwi yang selalu mendukungnya untuk dapat terus menimba ilmu yang bermanfaat, “Kakak (Dwi) kuliah saja terus, nanti kakak bisa urus beasiswa kuliah untuk memudahkan kakak lanjutin kuliah,” ungkap Ummi habibah dan Muhammad

Meskipun tanpa kedua orangtua disisi, Dwi tetap semangat melanjutkan sekolahnya di SMK 2 prodi kecantikan Lhokseumawe, awalnya pihak orangtua laki-laki Dwi tidak setuju dengan pilihan Dwi untuk menuntun ilmu pada jenjang Kejuruan Kecantikan, tetapi karena Dwi teguh pendirian untuk tetap masuk SMK, Dwi mendapatkan izin dari kedua orangtuanya.

Untuk mengasah kemampuannya Dwi masuk di jurusan PKK FKIP Unsyiah, konsentrasi tata boga.  Sejak kuliah pula Dwi mulai mengukir sederet prestasi diantaranya juara I lomba make up dengan tema Nuansa Batik Aceh yang diselenggarakan oleh mahasiswa PKK FKIP Unsyiah 2013 silam, diikuti juara I lomba Warrna-warni Peduli (WWP) dari Fakultas Teknik Unsyiah pada 2013, dan lomba make up hijab oleh Sophie Paris pada 2014 lalu. “Waktu pertama kali menang lomba di acara kakak leting 2010 tentang make up nuansa batik Aceh, Alhamdulillah dapat juara I, disitu mulai ada ketertarikan untuk ikut lomba lagi, dan terus berlanjut dapat juara I,” ujar Dwi dengan penuh kesenangan.

Awal mula di SMK, Dwi sudah mulai menoreh prestasi pada keuletan tangannya merias pengantin, terbukti dari Dwi mampu menyabet juara II pada lomba Merias Pengantin di SMK 2 Lhokseumawe. Dari kemenangan ini Dwi sangat berharap mampu merias pengantin lebih baik demi meraup keuntungan untuk biaya kuliah.

Wanita hobi make up kelahiran  Geudong, 27 April 1994  ini, yang awalnya lihai merias wajah, ketika di Perguruan Tinggi Negeri harus merias dan mendekorasi cake. Tidak surut semangat Dwi, ia tetap telaten dalam menata, dan merias cake. Dengan paket make up yang sudah dimiliki sejak di SMK, Dwi melanjutkan make up diluar jadwal kuliah. Dwi menjalankan bisnisnya sambil menekuni kuliah setelah mendapatkan beasiswa BIDIKMIKSI. Dengan menyisihkan sedikit uang jajannya, Dwi membeli segala perlengkapan make up yang telah habis dipakai.

“Iya Dwi sisihkan uang jajan untuk beli keperluan make up yang sudah habis, usaha make up ini juga enggak Dwi bangun dari nol, karena kan uda semua kebutuhannya dari Dwi sekolah dulu,” jelas Dwi, putri anak kedua dari lima bersaudara.

narasumber : Dwi Maghvirah

328 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + twelve =